Posted by: ohksatriaku | November 3, 2007

Amerika Di Jajah Carder Indonesia

Dampak lainnya berpengaruh kepada pengguna kartu kredit yang “dipersulit” berbelanja langsung di toko-toko luar negeri dengan menggunakan kartu kredit “made in Indonesia”.
Marahnya Amerika bukan tanpa sebab, karena memang kejahatan internet di Indonesia sangat mengkhawatirkan, bahkan menurut survey AC Nielsen 2001 Indonesia menduduki peringkat ke enam di dunia dan ke empat di Asia, memang Indonesia sepertinya juara dalam segala macam kejahatan, coba kalau peringkat 4 Asia ini pada Asian Game di Busan Korea, nama Indonesia pasti tidak seburuk sekarang.
Belum lagi masalah carder di selesaikan mucul lagi masalah BOM di Bali yang membuat nama Indonesia tambah ancur lagi yang membuat orang luar “alergi” memasuki Indonesia.
Kembali ke masalah carder, seperti apa sih Carder itu? Ada banyak persepsi dan arti tentang carder itu ada yang menyebutnya penipu, pencuri, atau menurut “biangnya carder” bLaCkApRiL “Kegiatan Carding bukan pencurian, tapi lebih cenderung ke arah ‘permainan’ judi (gambling)”.
bLaCkApRiL memang jagonya dalam urusan Carding, bahkan ketika di wawancara via email oleh sebuah tabloid komputer & internet bLaCkApRiL telah banyak berhasil “membeli” alat-alat yang tergolong mahal seperti Laptop, jam tangan Rolex, kamera Digital, bahkan sampai barang-barang kecil seperti Topi, T-shirt, sepatu dll.
Selain bLaCkApRiL banyak juga carder yang menjadikan carding sebagai tumpuan hidup atau untuk sekedar tambah-tambah uang kuliah. Bahkan ada yang bisa membuka Studio Band dengan alat-alat yang didapatkan dari carding.

Seorang carder dengan bantuan software card generator bisa memanipulasi kemungkinan nomor kartu kredit yang bisa di gunakan untuk berbelanja secara online.
Berikut bagan proses transaksi online di internet

bagan.gif 

Ketika traksaksi di tolak seorang carder tidak serta merta menyerah begitu saja, dengan menggunakan bantuan software cc generator sebuah nomor kartu kredit bisa dibuat hingga ratusan kemungkinan dan disinilah sebuah proses gamblimg itu berlangsung.
Sebuah software generator berfungsi melakukan perhitungan perhitungan seperti layaknya Bank ketika mengeluarkan sebuah nomor kartu kredit baru, dan diantara kemungkinan tersebut ada kemungkinan nomor yang di dapatkan dari card generator ini terdapat juga di database perusahaan online store yang sedang di “kerjain”, sehingga memungkinkan kita bisa melakukan transaksi yang di inginkan..


Cara para carder mendapatkan no Kartu kredit
Ada banyak cara untuk mendapatkan nomor kartu kredit (tulisan ini dimaksudkan bukan untuk mengajari akan tetapi untuk membuat anda berhati-hati dalam bertransaksi menggunakan kartu kredit).
Untuk mendapatkan kartu kredit yang paling mudah dan legal adalah mendaftar di Bank yang melayani pembuatan kartu kredit, akan tetapi itu jika anda mampu dan dapat memenuhi persyaratan yang telah ditentukan, akan tetapi jika anda tidak mampu untuk memenhuhi segala persyaratan yang telah ditentukan, dan untuk anda yang telah mempunyai kartu kredit maka anda harus memperhatikan tulisan ini.
Biasanya para carder di luar negeri rajin mengacak-ngacak tong sampah sebuah toko yang menerima kartu kredit, biasanya disana terselip banyak nomor kartu kredit sisa-sisa transaksi, selain toko, ATM juga terdapat banyak sisa-sisa sampah kertas yang berisikan nomor kartu kredit, sehingga bagi anda yang rajin menarik dari kartu kredit melalui ATM ada baiknya struk transaski kartu kredit anda (bukan struk tabungan di kartu ATM) di hancurkan.
Selain itu anda juga harus berhati-hati ketika anda berbelaja menggunakan kartu kredit anda dan bernar-bernar memperhatikan dibawa kemana kartu kredit anda dan jangan pernah membiarkan seseorang mencatat nomor kartu anda.
Nah yang ini merupakan cara yang lebih canggih lagi yaitu membobol situs-situs online store yang biasanya dibobol oleh cracker lalu dibagi-bagikan di internet atau melalui sebuah chanel chating di irc.

Berikut Pernyataan bLaCkApRiL Tentang Aktivitas Carding
(Red: bLaCkApRiL adalah seorang carder yang juga mengelola situs yogya carding)
Nickname “bA”
Address “Internet US$ 1999”

You think you have a strong army without human nature and a great number of brazen politicians just like you…pose as the world cop and think the world must run under your rules, your human rights, your democracy….We are Indonesian carders that takes no cares about politics, but we can not stand by seeing our partners been arrested !!

Pernyataan bLaCkApRiL

Kegiatan Carding bukan pencurian, tapi lebih cenderung ke arah ‘permainan’ judi (gambling), dengan memasukkan beberapa digit nomor kartu kredit, dan siapa yang beruntung akan mendapatkan barang dari online shop/store yang ada di luar Indonesia. Kurang tepat rasanya jika ada yang mengatakan untuk menjadi seorang carder tidak membutuhkan skill dan otak yang encer. Justru untuk menjadi seorang carder (yang profesional), butuh skill dan strategi dalam berinteraksi dengan pihak toko dan pihak ketiga lainnya. Sangat berbeda dengan pernyataan yang pernah diucapkan oleh Bpk. R.M. Suryo (Pakar Multimedia, Yogyakarta), bahwa pelaku carding bukanlah seorang jenius. Memang benar, seorang carder tidak semuanya jenius (tentu ada juga yang jenius). Akan tetapi, untuk menjadi seorang carder yang handal, dibutuhkan beberapa keterampilan dalam banyak hal. Tak terhitung jumlah orang (carder pemula) di Indonesia yang ingin melakukan carding, tapi berguguran di tengah jalan akibat ketidakmampuannya menerapkan strategi saat bertransaksi online di Internet. Akibatnya, banyak order yang ditolak oleh pihak online shop/store.
Bukankah hal tersebut merupakan kendala yang membutuhkan keahlian khusus dibidang carding ? Apakah kegiatan carding merupakan hal yang mudah dilakukan ? Jangan dipandang sebelah mata, jika tidak ingin order ditolak.
Apakah mereka (pihak yang mengaku ‘penegak keadilan’ di Indonesia) tau cara kerja yang sebenarnya dari seorang carder profesional ? Mereka pikir, para carder profesional mendapatkan online shop (yang masih mau mengirim ke Indonesia) dari bawah kolong ranjang ??!! Tidak !! Itu semua omong kosong !! Dibutuhkan keuletan dan kesabaran yang luar biasa (seperti halnya para hacker/cracker). Pihak carder berusaha dengan jerih payahnya sendiri, sedikit pihak lain yang mau membantu. Setelah online shop didapat, pihak carder justru divonis maling alias pencuri. Kemudian ditangkap dan didenda, serta diblak list ! Ironi dan menyedihkan…. ;-( Sementara pihak Bea Cukai, telah mendapatkan input berupa pajak masuk barang import yang dibayar seorang carder.
Ada apa sebenarnya ? Mengapa justru kegiatan carding yang tidak merugikan negara (dari segi finansial) dijadikan trend investigasi ? Kenapa tidak mengusut sampai tuntas kasus mantan Presiden Suharto ? Seorang tokoh yang telah membohongi rakyat selama 32 tahun. Tapi justru rakyat kecil yang hanya melakukan kegiatan carding (itupun menggunakan account milik orang luar negeri) yang dijadikan sasaran utama. Sungguh keadilan hanya dilipat dalam saku, dan dijadikan judul seminar dengan kontribusi finansial yang selangit !!
Disini bA bukan menyudutkan pihak POLRI atau pihak manapun juga, tapi ini memang fakta yang terjadi dalam keseharian di dunia carder. Para carder harus berpindah – pindah tempat bahkan memalsukan identitasnya untuk menghindari pelacakan dari pihak yang mengaku sebagai ‘Penegak Hukum’. Apakah tidak ada secuil tempat dihati para ‘Penegak Hukum’ untuk seorang carder ? Sudah begitu burukkah image seorang carder di mata masyarakat Indonesia ? bA berharap ini bukan suatu kemunafikan. Tidak menutup kemungkinan, ada oknum dari instansi terkait (untuk urusan pengawasan import barang) yang juga terlibat dalam kegiatan carding ini. Jika dibandingkan, seberapa parahkah antara seorang carder dengan seorang oknum (dari instansi terkait yang lebih cenderung mengkhianati negara) ?? Jika ada orang yang menyebut seorang carder = pencuri, maka bA menyebut oknum dari instansi terkait tadi = PENGKHIANAT BANGSA !! Apa orang – orang yang ada di Mabes Polri tidak menyadari, mungkin saja anak, saudara, famili mereka juga terlibat kegiatan carding ? Pernahkah terpikir seperti itu dibenak rasio mereka yang terdalam ? Haruskah ‘mengorbankan’ anak bangsa yang merugikan bangsa asing, demi ‘menutupi’ suatu ketidakmampuan ?!! Memang secara teori, yang namanya hukum tidak mengenal siapa, dimana, dan kapan. Tapi, bukankah masih banyak tersangka dan buronan yang tingkat ‘kenakalan’nya lebih tinggi (dari seorang carder) yang belum dibekuk ? Mengapa pihak ‘Penegak Hukum’ tidak memfokuskan ke sana ? Memang, sebuah rangkaian lampu paralel akan lebih baik kelihatannya bila dibandingkan dengan rangkaian lampu seri. Tapi Negara bukan rangkaian lampu, yang hanya berisi kerlap – kerlip elektron yang gundah.
So, tangkap dulu yang semestinya ditangkap, jangan membabi buta menangkapi carder yang mulai sedikit nakal mempelajari teknik hacking/cracking.
Memang terlalu mudah untuk menangkap kami para carder. Sedikit waktu untuk melumpuhkan carder seperti kami
Carder yang membuat Bea Cukai kegirangan karena income instansinya bertambah !!
Carder yang sebagian besar menyemarakkan kehidupan di Warnet dan membuatnya dapat bertahan dari tingginya harga pulsa telekomunikasi di Indonesia !!
Dan carder juga yang membuat para agen Interpol kalang kabut ke Indonesia untuk melacak kegiatan carding !!
Tapi carder tidak akan pernah MEMAKAN dan MENGGEROGOTI uang rakyat Indonesia yang makin hari makin susah kehidupannya akibat ulah para elite !!
Indonesian Carder, minimalisir kebohongan diantara sesama carder, walau carder berkecimpung dalam kebohongan !!
Hanya di dunia yang fiktif ini carder bebas berdemokrasi !! Bebas berkreasi dalam kegelapan !!
Tangkap, dan tangkaplah carder !! Jika itu memang bisa menutupi kelemahan birokrasi !!
Tapi, birokrasi tidak akan pernah bisa menangkap buah pikir carder yang bertebaran di pinggir – pinggir server online shop/store di Amrik dan di belahan dunia lainnya….😦 Rest in Peace Dwi Angga Pratama 28 April 1999

(Seperti Dikutif dari situs resmi Yogyacarding)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: