Posted by: ohksatriaku | March 18, 2008

Menyiapkan Dana Pendidikan

Di era modern ini pendidikan yang berkualitas merupakan kebutuhan mutlak yang harus dipenuhi. Terlebih lagi tingginya pendidikan seseorang masih menjadi salah satu ukuran dalam pencapaian karir. Hal ini mengakibatkan para orang tua berlomba-lomba untuk dapat memberikan pendidikan yang terbaik bagi putra-putrinya.

Seiring dengan keinginan untuk memberikan pendidikan yang layak, para orang tua dihadapkan pada kenyataan bahwa biaya pendidikan kian melonjak tajam bersamaan dengan meningkatnya biaya kebutuhan hidup. Perencanaan keuangan sebaik-baiknya dan sedini mungkin merupakan solusi terbaik agar dana pendidikan anak tidak terbengkalai.

Mengutip pernyataan dari Izakea Mahdi, President Director Mess Pierson Finas Investment Management (Kompas 8/7), ada beberapa faktor utama yang dapat menjadi bahan pertimbangan dalam mempersiapkan pendidikan anak yaitu, mengambil waktu sejauh mungkin. Semakin lama waktu menabung semakin kecil cicilan per bulannya dan pada akhirnya semakin ringan pula beban penabung.Oleh karena itu Izakea menganjurkan untuk menabung sedini mungkin.

Faktor kedua, adalah pertimbangan atas tingginya bunga yang ditawarkan dengan tujuan bahwa semakin tinggi bunga yang diberikan semakin cepat pula pencapaian dana yang diinginkan.

Faktor berikutnya adalah adanya perlindungan asuransi untuk menjamin dana pendidikan si anak dengan tujuan meminimalkan ketidakpastian yang mungkin terjadi di masa depan.

Faktor terakhir dan yang tidak kalah pentingnya adalah masalah fleksibilitas penyetoran dan pengambilan dana. Pertimbangan yang terakhir ini untuk mengantisipasi melesetnya perhitungan keuangan kita atau untuk kebutuhan-kebutuhan lain yang sangat mendesak sehingga kita dapat melakukan pengambilan sebagian dana kita. Dan sebaliknya kita dapat melakukan penyetoran dana kapan saja misalnya bila kita mendapatkan bonus atau THR (Tunjangan Hari Raya).

Dengan melihat dari saran yang diberikan oleh Izakeea, memang tidak mudah untuk menentukan tabungan pendidikan yang dapat mengakomodir kebutuhan tersebut. Terlebih lagi sejumlah bank sudah meluncurkan produk yang sama dengan berbagai macam keistimewaan yang ditawarkan. Nasabah memang harus selektif dalam memilih, simaklah tips berikut untuk memilih tabungan yang di cover dengan asuransi

  1. Jangan terpengaruh pada Tabungan Pendidikan yang Manfaat Asuransinya gratis!
    Anggapan bahwa produk yang memberikan asuransi gratis memang akan menghasilkan saldo investasi yang lebih tinggi adalah tepat. Namun, kenyataannya tidak ada produk asuransi yang benar-benar gratis yang diberikan oleh bank. Untuk menanggung resiko-resiko kematian nasabah akibat kecelakaan/ penyakit, bank harus bekerja sama dengan perusahaan asuransi. Tidak ada bank yang menanggung sendiri resiko tersebut karena hal ini bertentangan dengan ketentuan perbankan.
    Di sisi lainnya, pihak asuransi pasti akan mengenakan premi/biaya asuransi. Jika manfaat asuransi diberikan gratis ke nasabah maka nantinya akan dibebankan kepada bank. Dengan dibebankannya premi asuransi ini, bank akan melihat premi ini sebagai cost of fund dari produk tabungan pendidikan ini. Akibatnya, dalam usahanya mempertahankan profit margin, maka pihak bank harus mengurangi bunga (interest rate) yang diberikan kepada nasabah. Maka walaupun manfaat asuransi diberikan secara “gratis”, namun pada akhirnya nasabah juga yang terbebankan oleh premi asuransi ini yaitu dengan melalui “pengurangan suku bunga” yang seharusnya diperoleh nasabah.Pembebanan dengan cara pengurangan suku bunga ini, akan sangat merugikan nasabah karena dengan semakin meningkatnya saldo nasabah maka “biaya” yang harus dikorbankan nasabah akan semakin besar. Sebagai contoh, dengan pengorbanan suku bunga 1% untuk saldo
    Rp. 1 juta maka besarnya premi yang menjadi beban nasabah adalah Rp. 10,000 namun jika saldo nasabah telah mencapai Rp. 100 juta maka besarnya premi yang menjadi beban nasabah adalah Rp. 1,000,000.
    Konsep pemberian asuransi gratis dengan cara pengurangan suku bunga ini sangat tidak cocok di lakukan pada produk tabungan pendidikan yang memiliki jangka waktu yang cukup lama sehingga beban nasabah terhadap pengurangan bunga ini akan sangat besar.

    Konsep yang terbaik adalah adanya kejelasan antara besarnya premi asuransi yang dibayar nasabah dan manfaat asuransi yang dapat diperoleh nasabah. Mungkin dapat anda ajukan pertanyaan : dari konsep pemberian asuransi yang “gratis” ini berapa jumlah beban nasabah (akibat pengurangan bunga) dan berapa total manfaat asuransinya dari selama masa simpanan.

  2. Pilih yang menawarkan bunga tertinggi
    Setiap nasabah tentunya mengharapkan hasil yang optimal dari investasi/tabungan mereka. Oleh karena itu, hindarilah suatu produk perbankan yang mengurangi suku bunga nasabah dengan menawarkan gratis premi asuransi, karena semakin lama jangka waktu penyimpanan tabungan maka semakin besar pula kerugian/”opportunity cost” nasabah
  3. Pilih tabungan pendidikan yang pertanggungan asuransinya memungkinkan Nasabah untuk tetap fokus pada tujuan.
    Tujuan dari nasabah memiliki tabungan pendidikan adalah tercapainya dana yang dapat memenuhi segala kebutuhan pendidikan putra-putri nasabah. Sehingga nasabah memerlukan suatu kepastian dana yang dapat tersedia bagi pendidikan putra-putri nasabah bila terjadi klaim. Untuk itu, sebaiknya dipilih tabungan pendidikan yang nilai manfaat asuransinya sudah jelas.
    Mungkin kita dapat bertanya kepada nasabah:
    – Berapa manfaat asuransi yang akan diperoleh dari tabungan pendidikan yang lain? Cukupkah untuk mendanai pendidikan putra-putri nasabah kelak?
    – Apakah nasabah akan terlindungi oleh segala resiko meninggal/cacat tetap total baik karena kecelakaan atau penyakit dan mulai kapan perlindungan itu dimulai?
  4. Pilih tabungan pendidikan yang uangnya dikunci, kecuali bila memang sudah jatuh tempo.
    Tabungan pendidikan adalah produk untuk mempersiapkan pendidikan putra-puteri Nasabah. Nasabah harus memiliki produk yang terpisah dari produk keuangan Nasabah yang lain sehingga dana yang telah dipersiapkan tidak akan habis terpakai untuk memenuhi kebutuhan lain. Artinya, Nasabah tidak seharusnya mengambil dana tersebut untuk keperluan di luar pendidikan Putra-putri Nasabah. Namun bijaksana jika Nasabah harus kehilangan akses dana tersebut sama sekali.
  5. Pilih tabungan pendidikan yang memungkinkan Nasabah menabung secara disiplin
    Produk tabungan pendidikan yang baik adalah produk yang dapat membantu nasabah menyetorkan dan secara rutin melalui fasilitas autodebet dari rekening nasabah. Hal ini merupakan salah satu keunggulan dari Tabungan Pendidikan Danamon.
  6. Pilih tabungan pendidikan yang memiliki fleksibilitas setoran bulanan yang tetap menjamin pencapaian dana di masa yang akan datang.
    Dari waktu ke waktu biaya pendidikan selalu mengalami peningkatan. Tabungan pendidikan yang sebaiknya dipilih nasabah adalah yang memiliki fleksibilitas menaikan setoran bulanannya guna mengantisipasi kenaikan biaya pendidikan ini. Tabungan pendidikan yang baik juga harus membolehkan nasabah untuk menyetorkan sejumlah dana ke rekening tabungan pendidikan ini. Dengan demikian kecukupan dana pendidikan yang dimiliki nanti, dapat lebih terjamin walaupun terjadi kenaikan biaya pendidikan.


Responses

  1. Artikel di blog ini bagus-bagus dan berguna bagi para pembaca.Anda bisa lebih mempromosikan artikel anda di Infogue.com dan jadikan artikel anda topik yang terbaik bagi para pembaca di seluruh Indonesia. Telah tersedia plugin/widget.Kirim artikel dan vote yang terintegrasi dengan instalasi mudah dan singkat.Salam Blogger!!

    http://www.infogue.com
    http://www.infogue.com/pendidikan/menyiapkan_dana_pendidikan/


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: